Pengertian
Teks ulasan yaitu teks yang berisi ulasan atau penilaian terhadap suatu karya (drama atau film). Mengulas suatu film dan drama mengharuskan kita untuk bersikap kritis. Sikap kritis ini sangat penting agar ulasan yang kita tulis tersebut berkontribusi bagi kemajuan film dan drama itu sendiri.
Contoh teks ulasan film:
The Age Of Adeline
Hidup abadi dan tak pernah menua adalah dua hal yang mungkin menjadi impian setiap orang. Namun bagaimana jika hal itu benar-benar terjadi? Bagaimana cara membaur dengan orang-orang sekitar yang normal dan menua? Bagaimana menghadapi kehilangan orang-orang tersayang yang tergerus karena usia? The Age of Adaline mengangkat premis tersebut dengan menyuntikkan beberapa dosis romansa. Namun yang membuat film ini lebih superior dibanding roman picisan masa kini adalah unsur dramanya.
Di awal film, kita diperkenalkan dengan Adaline Bowman (Blake Lively), seorang wanita muda yang lahir di tahun 1908, menjalani hidup normal, menikah dan punya anak. Sayangnya di usia 29 tahun, suaminya meninggal dalam proyek pembangunan jembatan Golden Gate. Tragedi ini mengantarkan Adaline mengalami kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya, tapi akibat suatu peristiwa magis — dijelaskan dengan narasi ilmiah yang tetap saja tak masuk akal — membuatnya menjadi manusia yang tak bisa menua. Adaline bisa mati, namun dia takkan termakan usia.
Beralih ke masa sekarang, Adaline berkenalan dengan seorang miliarder muda yang tampan, Ellis Jones (Michiel Huisman). Terpikat dengan pesona dan metode pedekate yang berbeda dengan pria lain, membuat Adaline mulai terpikat pada Ellis. Singkat cerita, keduanya menjalin hubungan asmara. Semua berjalan dengan lancar, hingga saat Ellis mengajak Adaline untuk mengunjungi kedua orangtuanya, memaksa Adaline untuk berhadapan dengan kekasih masa lalunya.
Kondisi Adaline ini mungkin memang terdengar too-good-to-be-true. Tapi, pastinya ini menghadirkan konflik tersendiri. Di awal film diceritakan bahwa Adaline nyaris menjadi objek penelitian oleh FBI. Selain itu, dia juga harus berpindah-pindah tempat tinggal agar tidak menimbulkan kecurigaan orang lain. Masalah terbesar (setidaknya bagi Adaline) adalah kondisinya yang membuatnya tak bisa menjalin hubungan cinta yang normal
Sebagai Adaline, Blake Lively memberikan penampilan yang meyakinkan. Dengan tampilan fisik yang tak berubah, Lively membawakan kematangan emosional dan beban moral dari seseorang yang telah hidup selama lebih dari 10 dekade. Menawan, karismatik, sangat dewasa, dan bijak. Dengan halus, Lively tampil ekspresif hanya dari sunggingan senyum, kerutan alis dan dialog yang minimalis.
Tepat saat saya mulai skeptis, The Age of Adaline bergerak ke arah yang tak saya duga. Pertemuannya dengan William Jones (Harrison Ford) membangkitkan kenangan masa lalunya, membuat Adaline harus mempertimbangkan kembali keputusannya untuk terus lari saat terlibat terlalu jauh dengan orang lain. Disinilah penonton dibuat merasakan konflik batin yang sebenarnya. Momen saat Lively dan Ford bertemu adalah momen paling mencuri perhatian dari keseluruhan film. Dan Ford memberikan penampilan terbaik dariscreentime-nya yang hanya sebentar.
Ending film ini adalah salah satu dari banyak hal yang predictable dari The Age of Adaline. Di akhir film, lagi-lagi narator akan memberikan penjelasan tak rasional dengan istilah-istilah canggih untuk menutup kisah Adaline. Senada dengan narator tersebut, film ini takkan pernah bisa dicerna secara logika, tapi secara emosional cukup mengena, paling tidak di bagian akhir. Ah, kalau saja seluruh film ini punya bobot yang setara dengan paruh terakhirnya.
Kekurangan :
• Naskah drama yg mengambil jalan pintas dan menceritakannya dengan sekilas dan sederhana.
• Minimalisnya peran Lively yang tampil sangat ekspresif, kharismatik, sangat dewasa dan bijak
• Pada awal film terlalu banyak menghabiskan untuk menceritakan kisah asmara Adeline dengan Ellis, namun taka da hal yg benar benar baru, yang belum pernah kita lihat sebelumnya di film romance lainnya
Kelebihan :
• Terdapat beberapa flashback yang efekif Melalui beberapa flashback yang efektif,
• Penggarapan film yang serius
• Desain produksi, set lokasi, make up, dan tata busana yang menangkap baik jaman yang tengah disorot
• Baik dalam hal visual, karena dilakukan pengambilan gambar dengan baik
• Unsur drama yang baik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar